Artikel

REI: Jawa Barat Paling Banyak Bangun Rumah Bersubsidi Selama 2017

Katadata.co.id - Pengembang yang tergabung dalam asosiasi Real Estate Indonesia (REI) sepanjang 2017 telah membangun 206.290 unit rumah bersubsidi di seluruh Indonesia. Berdasarkan data REI, Jawa Barat merupakan wilayah yang kontribusi paling besar dalam pembangunan rumah subsidi di Indonesia selama 2017.

Pembangunan rumah bersubsidi di Jawa Barat pada 2017 sebanyak 24.380 unit dari target 15.000 unit. Jumlah pembangunan tersebut disusul wilayah Jawa Timur sebanyak 19.625 unit, DKI Jakarta sebanyak 17.921 unit, Sumatera Utara sebanyak 13.273 unit, dan Sulawesi Selatan 12.059 unit.

Sementara, lima daerah dengan pembangunan terendah berada di Maluku sebesar 241 unit, Batam 335 unit, Yogyakarta 362 unit, Maluku Utara 474 unit, dan Bangka Belitung 672 unit. 

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, sebenarnya realisasi pembangunan tersebut dapat ditingkatkan jika mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. "Terutama pemerintah daerah, perbankan, PLN, dan PDAM," kata Soelaeman di kantornya, Jakarta, Rabu (31/1).

Soelaeman mengatakan, pembangunan 206.290 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melebihi target 200 ribu unit rumah yang dipasang pada 2017. Rumah yang telah dibangun tersebut telah siap huni. 

Saat ini, masih ada kendala akibat belum terealisasinya kebijakan penyederhanaan perizinan untuk pembangunan rumah bersubsidi yang termaktub dalam PP Nomor 64 Tahun 2016. Penyaluran subsidi FLPP oleh perbankan juga kerap terhambat di sejumlah daerah karena kurangnya sumber daya manusia.

"Serta masih adanya kendala teknis dan operasional di 2017 yang perlu dibenahi," kata dia.

Selain itu, Soelaeman juga menilai suku bunga kredit konstruksi juga masih tinggi untuk pengembang rumah bersubdisi. Menurutnya, suku bunga kredit konstruksi masih di atas 10%.

"Saya kira ini harus kami luruskan karena kami sebagai pengembang yang punya anggota 2800 di sektor MBR, itu sebagian besar pengembang menengah dan kecil sehingga perlu keberpihakan dari stakeholders dengan diberikan bunga kredit konsumsi yang lebih rendah," kata dia.

Kendati demikian, Soelaeman tetap optimistis jika pembangunan rumah bersubsidi bisa lebih banyak pada 2018. Rencananya, REI menargetkan jumlah hunian bersubdisi yang akan dibangun tahun ini mencapai 250.000 unit.

"Memang baru tercatat kesanggupan daerah 236.000 unit. Hanya kami agak ambisius 250.000," kata dia.

Menurut Soelaeman, target ini ditingkatkan mengingat kebutuhan masyarakat yang masih tinggi terhadap rumah bersubsidi. Selain itu, adanya komitmen pemerintah mendorong penyediaan rumah rakyat melalui program sejuta rumah.

"Ini di daerah juga lagi semangat. Produktivitas lagi tinggi. Memang ada kendala teknis tapi tidak mengurangi semangat kami," kata dia.

Soelaeman menambahkan, inisiatif Kementerian PUPR melaksanakan perjanjian kerja sama operasional (KSO) dengan 40 bank mitra pada 21 Desember 2017 lalu juga menjadi pemicu ditingkatkannya target REI atas pembangunan rumah bersubsidi. "Karena proses akad kredit sudah bisa dilakukan pada Januari 2018," ucap dia.

Adapun, jumlah pembangunan rumah non-subsidi selama 2017 tercatat sebanyak 170 ribu unit. Angka ini di bawah target REI dalam program sejuta rumah sebesar 200.000 unit pada 2017.

"Kami masih mencatat terus.Kami belum dapat sistem informasi yang baik sehingga baru mencatat 170 ribu unit rumah non-subsidi," kata dia.

Untuk 2018, REI menargetkan pembangunan rumah non-subsidi sebanyak 200.000 unit. Angka tersebut sama dengan 2017 meningkat industri properti masih mengalami perbaikan yang bergantung pada situasi ekonomi, politik, dan global. "Sehingga kami masih berhati-hati," kata dia.

(sumber: https://katadata.co.id/berita/2018/02/01/rei-jawa-barat-paling-banyak-bangun-rumah-bersubsidi-selama-2017)