Pelayanan Teknologi Konstruksi

RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)

Risha merupakan teknologi yang dikaji dan diteliti oleh Puslitbang Permukiman pada tahun anggaran 2004, dan diluncurkan kepada pasar pada tanggal 20 Desember 2004. Teknologi ini telah diuji secara masal pembangunannya pada saat penanganan perumahan korban bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias.


Bahan Baku membangun RISHA

Pasir beton yang digunakan adalah butiranbutiran keras yang berukuran antara 0,075 sampai dengan 0,5 mm dan tidak mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton (sesuai dengan SNI T-15-1991-03).

Kerikil yang digunakan adalah kerikil alam atau batu pecah (butiran mineral keras) yang sebagian besar butirnya berukuran antara 5 sampai dengan 20 mm, dengan kadar lumpur maksimum 1% berat (sesuai dengan SNI T-15- 1991-03).

Semen yang digunakan adalah semen hidrolis tipe I atau tipe PCC.

Air yang digunakan adalahair bersih yang tidak berbau, berasa, dan berwarna, tidak mengandung lumpur, minyak dan benda terapung lainnya yang dapat dilihat secara visual.

Syarat kayu untuk Atap: Kayu harus kering, berumur tua, lurus dan tidak retak, mempunyai kelembaban kurang dari 15% dan memenuhi persyaratan dalam PKKI 1971-NI-5 Jenis kayu yang digunakan adalah jenis kayu kelas II atau kayu kamper, borneo super terpilih Ukuran kayu yang digunakan untuk membuat kuda-kuda adalah balok kayu ukuran 5/10 degan panjang 4,00.

Rika (Rumah Instan Kayu) 

Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Instan)